Senin, 26 Desember 2016

Pengaruh Teknologi Internet Terhadap Psikologi

Pengaruh Teknologi Internet Terhadap Psikologi

Teknologi dan internet banyak digunakan oleh manusia untuk mempermudah menyelesaikan tugas dan mencari hal-hal baru. Dengan bantuan media alat komunikasi yang berbentuk jaringan komputer, laptop, handphone, telfon dapat membantu kita dalam melakukan komunikasi antar wilayah bahkan hingga antar negara, dari sinilah berbagai informasi mudah di dapatkan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pergeseran antara hubungan manusia dengan teknologi, yaitu ketika sebuah kondisi dimana manusia menjadi tergantung pada teknologi mulai terbentuk.

Dengan demikian, perkembangan teknologi tersebut kemudian mempengaruhi rancangan sistem yang harus dapat membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya. Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.

Jika kita lihat dari penggunanya, pengguna teknologi berasal dari kalangan yang bermacam-macam. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para orang tua pasti mengenal dan merasakan manfaat dari penggunaan teknologi. Beberapa fakta mungkin terasa mencenggangkan, karena bahkan anak-anak yang belum bisa membaca pun sudah dapat menggunakan dan mengaplikasikan teknologi dengan cukup baik meskipun masih terbatas.

Melihat fenomena yang semakin sering terjadi ini, tentunya akan menarik untuk dapat mengkaji apa pengaruh dari penggunaan teknologi terhadap kondisi para penggunanya. Tentunya sudah banyak sekali isu yang beredar, baik mengenai pengaruh positif bahkan pengaruh negatif yang disebabkan oleh penggunaan teknologi ini.

Penggunaan teknologi, jika kita lihat dari sisi psikologisnya, memang terdapat banyak sekali manfaat dari penggunaan teknologi. Tapi, berbanding lurus dengan segala manfaatnnya, tentu saja banyak pula hal-hal merugikan yang bisa kita dapatkan.

Dengan penggunaan teknologi, misalnya dalam proses penyampaian materi dalam kegian belajar mengajar, teknologi memberikan efisiensi waktu serta membuka kesempatan bagi pelajar untuk mendapatkan lebih banyak informasi. Penggunaan teknologi yang tepat, misalnya dalam program powerpoint yang bertampilan menarik tentu akan meningkatkan motivasi belajar. Misalnya dengan memasang gambar-gambar menarik yang berkaitan dengan materi, tentu pelajar akan lebih mudah memperhatikan proses pembelajaran, selain itu juga dapat mempermudah pemahaman materi.

Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat kita hindari. Akan tetapi, kita dapat melakukan tindakan yang bijaksana terhadap diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang tua, kita harus melakukan suatu tindakan representative dan preventif, agar semaksimal mungkin dapat mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap anak-anak kita khususnya kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi penerus perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya dimasa yang akan datang.

Dampak positif perkembangan teknologi terhadap psikologis adalah

1. Individu akan merasa senang, karena mencari informasi lebih mudah dilakukan (misal : search engine pada browser, artikel-artikel pada website)
2. Individu akan lebih percaya diri, karena bisa mengapresiasikan perasaannya melalui postingan atau tulisan (misal : jejaring sosial, blog)
3. Individu akan lebih terbuka terhadap perubahan, karena mengikuti perubahan arus informasi dari internet.
4. Individu akan senang karena dapat berinovasi dengan penemuan-penemuan mereka (misal : tempat tidur yang bisa dilipat, handphone unik, modifikasi laptop, dll)
5. Individu akan lebih termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang lebih baru agar tidak ketinggalan jaman.
6. Individu akan lebih kreatif dengan ciptaa-ciptaannya yang yang dapat membantu kinerja manusia.
7. Individu akan lebih aktif serta memiliki jaringan yang luas, karena dengan teknologi sekarang ini menungkinkan seseorang berinteraksi dengan orang lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dampak negatif perkembangan teknologi terhadap psikologis adalah:

1. Individu lebih tertutup atau kurang pergaulan, karena dengan adanya teknologi yang berkembang maka individu tidak diharuskan untuk keluar rumah untuk mencari informasi.
2. Individu menjadi tidak percaya diri, karena mereka tidak berinteraksi langsung di lapangan sebab teknologi memudahkan semuanya.
3. Individu menjadi lebih tergantung, karena selama ini ia mendapatkan sesuatu dengan mudah.
4. Individu menjadi cepat bosan terhadap sesuatu. Karena teknologi sekarang ini penuh dengan perubahan yang begitu cepat sehingga kalau tidak berinovasi, maka kalah dengan saingan lain, yang teknologinya lebih canggih.


Sabtu, 29 Oktober 2016

PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET

PSIKOTERAPI: PSIKOLOGI KLINIS DALAM INTERNET

A.  Psikoterapis Dengan Bantuan Internet
Menurut J.H Resnick (1991) mendefenisikan dan menjelaskan psikologi klinis sebagai berikut. “Bidang psikologi klinis meliputi penelitian, pengajaran, dan servis yang relevan dengan aplikasi dari prinsip­prinsip, metode, dan prosedur untuk memahami, mempredikisi, dan mengurangi intelektual, emosional, biologis, psikologis, sosial, dan tingkah laku maladjustment, ketidakmampuan dan ketidaknyamanan, yang diterapkan pada populasi dengan range yang lain.’ Berdasarkan survei yang dilakukan APA tahun 2003, didapat hasil penyebaran profesi psikolog klinis yaitu salah satunya adalah Psychotherapy.
Bentuk kegiatan dari terapi ini bermacam­macam seperti one to one relationship, couple theory’s, family therapy, atau group therapy. Contohnya pada sekelompok orang yang memiliki masalah dengan penggunaan alkohol. Terapi juga dapat melibatkan proses pencairan akar permasalahan atau tujuan dari perilaku seseorang. Ada juga yang menekankan pada hubungan antara klien dan terapis sehingga menghasilkan suasana dimana saling percaya timbul dan membantu menghilangkan kecendrungan klien untuk defense. Bentuk lain dari terapi adalah cognitive behavioral dimana klien belajar cara berpikir dan berperilaku yang lebih  baik dan menyenangkan.

Ciri psikoterapi:
1.      Proses: interaksi pihak, formal, profesional, legal, etis.
2.      Tujuan: perubahan kondisi psikologis individu­ pribadi yang positif/optimal (afektif, kognitif, perilak/kebiasaan).
3.      Tindakan, berdasar: ­ilmu(teori­teori), teknik, skill yang formal ­assesment (data yang diperoleh melalui proses assessment ­wawancara, observasi, tes, dsb).

Tujuan terapi (Korchin):
1.      Memperkuat motivsi klien untuk melakukan hal yang benar.
2.      Mengurangi tekanan emosional.
3.      Mengembangkan potensi klien
4.      Mengubah kebiasaan
5.      Memodifikasi struktur kognisi
6.      Memperoleh pengetahuan tentang diri
7.      Mengembangkan kemampuan berkomunikasi
8.      Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan hubungan interpersonal
9.      Mengubah kondisi fisik
10.  Mengubah kesadaran diri
11.  Mengubah lingkungan sosial.

Sebelum ada fenomena psikoterapi online ini, kita telah bisa menikmati psikotes online. Tes­ tes psikologi yang dilakukan secara virtual dan semakin berkembang pesatnya teknologi, akhirnya para psikolog mencoba psikoterapi online. Psikoterapi online ini bermanfaat untuk mereka yang ragu ­ragu atau malu untuk berkonsultasi dengan tatap muka. Selain itu hal ini bisa merupakan langkah awal menuju pertemuan dengan terapis dan mungkin bisa membuat orang merasa lebih nyaman dalam menerima bantuan jika harus bertemu langsung. Melalui psikoterapi online ini juga bisa membantu mereka yang mungkin sulit untuk dijangkau secara langsung oleh para terapis, seperti mereka yang tinggal di daerah terpencil dimana jarak dan medan yang sulit dilalui.

B.  Bentuk Aplikasi Psikoterapis dengan Bantuan Internet
Berikut adalah aplikasinya:
1.      E-Counseling
            Layanan E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi internet dalam bidang psikologi. E-Counseling merupakan layanan internet yang menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media terseut mereka dapat memberikan interferensi psikoterapi. Pada awalnya konseling hanya sebatas pertemuan tatap muka antara konselor dan klien, namun saat ini konseling juga dapat diselenggarakan dengan berbagai media yang memungkinkan hubungan konseling jarak jauh (Prayitno, 2012:136).

Beberapa keuntungan yang diperoleh melalui konseling secara online :
a.     Terdapat rekaman yang permanen selama proses konseling berlangsung, sehingga hal ini akan sangat bermanfaat bagi klien, konselor, maupun supervisor konselor.
b.      Seni mengetik akan membantu individu untuk merefleksikan pengalamannya.
c.    Klien dapat mengekspresikan perasaannya dalam kondisi "sekarang", sehingga klien dapat segera mengetik dan mengirimkan email ketika sedang merasa depresi atau mengalami gejala panik tanpa harus menunggu sesi konseling berikutnya (Murphy and Mitchell, dalam John McLoed, 2009:553).
2.      Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer
            Menurut jurnal yang ditulis oleh Zakiyah dalam judulnya "Pengaruh dan Efektifitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Berbasis Komputer Terhadap Client Cemas dan Depresi", mengatakan bahwa kecemasan dan depresi merupakan bentuk gangguan jiwa yang paling umum terjadi. Perawatan dan pengobatan yang efektif untuk gangguan cemas dan depresi sangat diperlukan agar individu yang mengalami gangguan tersebut dapat kembali produktif dalam memenuhi kebutuhan hidup, sehingga ia tidak bergantung pada orang lain, dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa :
a.     CBT merupakan gabungan terapi kognitif dan terapi perilaku yang dirancang untuk merubah pola pikir negatif menjadi positif sehingga individu memiliki kemampuan untuk bereaksi secara adaptif dalam menghadapi masalah atau situasi sulit dalam setiap fase kehidupan.
b.  CBT efektif dan banyak dilakukan pada pasien-pasien gangguan mental atau kecemasan.
c.     CBT belum dapat diaplikasikan secara optimal karena adanya keterbatasan biaya, akses dan praktisi ahli.
d.      CBT efektif dalam menurunkan gejala depresi, kecemasan dan efisien dari segi biaya.

3.      Test Personality Plus Berbasis Web
        Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk melakukan tes kepribadian tanpa menggunakan kertas sehingga hasilnya pun dapat langsung diperoleh. Melalui aplikasi ini, diharapkan pengguna dapat menambah pengetahuan tentang macam-macam kepribadian seseorang dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

           4. E-Terapi

           
 E-Terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang profesional kesehatan mental secara online.e-terapi yang sering dilakukan melalui komunikasi e-mail dengan terapis,hal ini juga dapat termasuk chat dan koferensi video, meskipun ini kurang sering digunakan.

C.  Kelebihan Psikoterapis dengan Bantuan Internet
Berikut kelebihannya:
a.       Menghemat waktu, karena klien tidak perlu repot-repot untuk datang ke tempat psikoterapis
b.      Lebih hemat dan murah, biasanya psikoterapi yang di lakukan secara online memiliki cost harga yang lebih murah ketimbang datang langsung ke tempat terapis, bahkan ada psikoterapis yang tidak di pungut biaya alias gratis
c.     Cocok untuk orang yang memiliki kepribadian tertutup alias pemalu, biasanya orang pemalu akan lebih terbuka dan berani jika terapis di lakukan jarak jauh ketimbang bertatap muka langsung.
d.      Hasil dapat diketahui dengan cepat.
e.       Dapat dilakukan berkali-kali.

D.  Keterbatasan Psikoterapis dengan Bantuan Internet
Berikut keterbatasannya:
a.    Sang terapis, dalam hal ini sang psikolog, tidak mengetahui bagaimana keadaan klien sesungguhnya itu seperti apa.
b.  Terapis tidak bisa mengetahui bagaimana bahasa tubuh si klien, tatapan mata klien, dan cara bicara si klien, seperti kita tahu bahwa bahasa tubuh, tatapan mata, dan cara bicara merupakan entry point bagi seorang Psikolog untuk bisa mengetahui kepribadian, karakteristik, dan bahkan permasalahan yang sedang di alami sang klien
c.    hasil yang didapatkan kurang akurat karena kita tidak dapat berkonsultasi kepada psikolog secara langsung.
d.   Alat tes psikologi bisa saja jadi tak rahasia lagi,dan lain sebagainya.

Kesimpulan
Psikoterapi dengan bantuan internet merupakan metode berdasarkan ilmu psikologi yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental secara online atau berbasiskan internet, tanpa harus bertatap muka secara langsung antara klinisi dengan klien. selain itu dari segi jarak tempuh dimana klien tidak perlu mendatangi konselor ataupun sebaliknya, proses yang begitu cepat dan juga sangat efisien.



Sumber
Krisdiantoro, Ary. Pengantar Psikologi Klinis. Catatan Kuliah Seri 1, 2­3.

No
NPM
Nama
Jobdesk
URL
1.
10515872
Annisa Fitriana
Searching
http://annisaaf.blogspot.co.id/2016/10/psikoterapi-psikologi-klinis.html?m=1
2.
11515498
Chychy Ekadara N J
Editing
3.
11515694
Dennysa Safira
Searching
4.
13515666
Kartika Puri Prasakti
Searching
5.
16515948
Trianita Purba
Searching

Kamis, 29 September 2016

Psikologi dan Internet dalam Lingkup Intrapersonal (3)

Psikologi dan Internet dalam Lingkup Intrapersonal (3)

A.   Internet Addiction
Pengertian adiksi
             Adiksi adalah suatu gangguan yang bersifat kronis dan kumat-kumatan, ditandai dengan perbuatan kompulsif yang diulang-ulang oleh seseorang untuk memuaskan diri pada aktivitas tertentu. Istilah ini biasa digunakan untuk menyebut ketergantungan terhadap NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropik, dan Zat Adiktif lain). Tetapi tidak jarang juga digunakan untuk menyebut ketergantungan pada judi, kompulsif makan, belanja, internet dan lain-lain. Seperti halnya adiksi terhadap zat, adiksi internet dapat diartikan sebagai pemakaian internet secara terus-menerus hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya.
Kecanduan internet atau yang biasa kita sebut dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:
1.      Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
2.      Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
3.      Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4.      Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
5.      Cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting.
6.      Mengurangi kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, belajar, sosial atau rekreasi, demi menggunakan internet.
7.      Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan terancam terganggu karena penggunaan internet yang berlebihan.
8.      Internet digunakan untuk melarikan diri dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan, atau depresi.
9.      Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman.


Kriteria untuk mengetahui seseorang telah mengalami adiksi terhadap internet diadaptasi dari kriteria-kriteria ketergantungan zat seperti disebutkan di dalam DSM-IV, yaitu :
a.       Toleransi, yang ditunjukkan dalam perilaku sebagai berikut :
                                                              i.      Kebutuhan meningkatkan waktu penggunaan internet untuk mendapatkan kepuasan dan mengurangi efek keinginan terus-menerus memakai internet
                                                            ii.      Secara nyata mengurangi efek keinginan tersebut dengan melanjutkan pemakaian internet dengan waktu yang sama terus menerus
b.      Withdrawal, yang termanifestasikan ke dalam salah satu ciri-ciri berikut :
                                                              i.      Kesulitan untuk menghentikan atau mengurangi pemakaian internet, agitasi psikomotor, kecemasan, secara obsesif memikirkan tentang apa yang sedang terjadi di internet, fantasi atau mimpi tentang internet, sengaja atau tidak sengaja menggerakkan jari-jari seperti gerakan sedang mengetik dengan komputer.
                                                            ii.      Pemakaian internet atau layanan online yang mirip untuk melepaskan diri atau menghindarkan diri dari simptom-simptom withdrawal.
c.       Sering menghabiskan waktu mengakses internet lebih lama dari yang direncanakan (kehilangan orientasi waktu).
d.      Gagal mewujudkan keinginan untuk mengurangi atau mengontrol pemakaian internet.
e.       Menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan internet (misalnya membeli buku-buku tentang internet, mencoba-coba browser WWW baru, dan mengatur material-material hasil dari download).
f.       Terganggunya kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keluarga, lingkungan, pekerjaan akibat pemakaian internet.
g.      Tetap menggunakan internet secara berlebihan meskipun sudah memiliki pengetahuan mengenai dampak-dampak negatif dari pemakaian internet secara berlebihan.



B.   Jenis-Jenis Internet addiction
Berikut ini adalah sub-sub tipe dari internet addiction menurut Kimberly S. Young, et. al. (2006):
a.       Cybersexual Addiction
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b.      Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c.       Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d.      Information Overload
Information overload mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif.
e.       Computer Addiction
Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.
Contoh kasus
·         Pada Februari, seorang anak berusia 22 tahun memukul ibunya dengan gada hingga meninggal karena mengusik dirinya yang tengah bermain game internet. Setelah pembunuhan, dia melanjutkan permainan onlinenya berjam-jam dan membayar dengan kartu kredit ibunya.

·         Insiden semacam itu telah memberikan peringatan kepada negara, untuk melawan kecanduan internet. Pemerintahnya mengumumkan bahwa mereka akan mengambil aksi melarang akses ke game online populer, dan mengirimkan penasehat ke sekolah dasar untuk mendidik anak-anak tentang penggunaan internet sehat.

·         Sedikit ironis bahwa apa yang diciptakan untuk membuat hidup lebih baik justru membuat lebih buruk, ujar Park Hye-kyung, Direktur I Will Center, pusat konseling pemerintah yang didirikan Desember tahun lalu untuk fokus dalam pertumbuhan isu kecanduan internet.

·         Kecanduan internet tidak dikenali dalam kondisi medis atau penyimpangan psikologis. Tapi seringkali memicu gejala penyimpangan mental serius seperti penyakit kekurangan perhatian dan depresi. Demikian Dr Kim Tae-hoon, psikiater yang merawat anak-anak.

·         Kim mengatakan bahwa internet terlalu berlimpah di Korea Selatan. Lebih dari 90% rumah memiliki akses nirkabel, seperti diungkapkan Organization for Economic Cooperation and Development. Sebagai tambahan untuk menyebarluaskan akses, kafe internet yang dikenal dengan PC rooms dibuka 24 jam di seluruh belahan negara.

·         Di Korea Selatan lebih mudah bagi penduduk untuk memainkan game online daripada menginvestasikan hubungan personal offline melalui pembicaraan tatap muka, tambahnya.

Kesimpulan
 Internet memang memiliki dampak buruk yang tidak main-main bagi penggunanya, namun internet juga memiliki dampak positif dan manfaat yang cukup besar bagi kita semua. Banyak hal yang kini menjadi mudah untuk ditemukan baik yang bermanfaat atau merugikan karna adanya internet. Tapi kembali lagi ke individu masing-masing, seberapa bijak menggunakan internet dan hanya untuk hal-hal positif. Bagi para orang tua, perhatikanlah penggunaan internet anak-anak untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Daftar pustaka



Anima. 2007. Indonesian Psychologycal Journal.


Nama kelompok 5:
13515666        KARTIKA PURI PRASAKTI
16515948        TRIANITA PURBA
11515498        CHYCHY EKADARA NOVIANTIKA
10515872        ANNISA FITRIANA

11515694        DENNYSA SHAFIRA