Minggu, 10 Januari 2016

Tarian Zapin


Tarian Zapin merupakan salah satu dari pada berbagai jenis tarian Melayu yang masih ada hingga sekarang. Tarian ini diinspirasikan oleh keturunan Arab yang berasal dari Yaman. Pada mulanya tarian ini adalah sebagai tarian hiburan di istana. Perkembangan kreasi tari Zapin yang identik dengan budaya Melayu maupun dalam hal berpantun. Seniman dan budayawannya mampu membuat seni tradisinya, tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan.

Tarian Zapin ini kemudiannya merebak ke negeri-negeri sekitar Johor seperti di Riau, Singapura, Sarawak dan Brunei Darusalam. Tarian Zapin diperkenalkan di Pekanbaru oleh seorang songkok yang berasal dari Sumatra yang bernama Adam sekitar tahun 1930-an. Namun tarian ini sangat popular di Pekanbaru pada tahun 1950-an dan 1960-an terutama di kampung Tanjung Gemuk dan kampung Lamir.

Tarian Zapin mementingkan pergerakan berkumpulan dan bukannya usaha individu. Antara peralatan musik yang mengiringi tarian Zapin adalah gambusrebanagendangrebab dan marakas. Biola tidak tergolong sebagai sejenis alat muzik tarian Zapin namun terdapat anggapan salah dalam kalangan rakyat. Ini disebabkan muzik yang dihasilkan rebab mempunyai persamaan dengan gesekan biola. 

Puisi



KEBEBASAN

Peri itu kehausan. Ia menerjang nerjang kakinya yang bak di pasung. Berlalu lalang kian kemari mencari penawar dahaga. air mata berlarian menuruni pelupuk matanya hingga pipi. Ia terjebak dalan dahaga. Peri itu mencari kebebasan yang sepertinya tak kunjung di oper kepadanya. Ia lelah menunggu mana estafet sebelumnya. Apa telah di renggut semua dan tak tersisa? Atau memang ia belum berhak atas kebebasan. Airmata tiada henti hingga yang tersisa hanyalah isak tangis di tengah rimba keramaian kemuafikan dunia. seperti musafir yang akhirnya terlelap di sebuah rumah ibadah tua nan reyot. Sampai ia lelah dan terlelap dan terbangun di tepian sungai, sejuk. Banyak peri berlarian yang sepertinya dan ia tersapa "hai, selamat datang di dunia barumu, aku temanmu dan kita akan melalukan apapun yang disuka disini, biarkan jejak besi pasung mu itu perlahan menghilang"

SKYE


Beberapa waktu yang lalu sayan dan teman – teman saya pergi ke Skye. Skye merupakan nama yang sudah tidak asing lagi dan dikenal sebagai sebuah bistro & lounge yang terletak di lantai 56 Menara BCA, Thamrin. Terkenal karena pemandangan yang bisa dilihat dari resto ini. Pemandangan kota Jakarta dari ketinggian yang keren apalagi kalau kita mengunjungi resto ini jelang senja. Kalau pas lagi langit cerah, kita bisa menikmati sunset yang indah.

Skye terbagi menjadi 2 bagian. Ada resto dan ada loungenya dimana kalau untuk masuk restonya tidak ada dresscode sedangkan kalau masuk ke loungenya ada dresscode yang harus dipatuhi oleh pengunjungnya (mulai dari jam 17.30 keatas).  Dresscodenya pada dasarnya berganti-ganti, tapi yang pasti untuk cowo harus rapi dengan menggunakan sepatu sedangkan untuk cewe harus memakai baju terusan atau gaun gitu. Mungkin hal ini dikarenakan pangsa pasar yang ditarget oleh resto ini adalah kalangan elite dan juga ekspatriat di Jakarta.


SKYE memang cukup pricey, tetapi tidak ada salahnya sesekali menikmati makanan dan minuman dari ketinggian 56 lantai sambil menikmati keindahan kota Jakarta.

Pulau Pagang


Kali ini saya ingin menceritakan tentang Pulau Pagang. Saat liburan kemarin saya dan keluarga saya pergi liburan ke Pulau Pagang. Pulau Pagang sendiri dapat dicapai melalui perahu penyeberangan. Dari kota Padang dapat langsung menuju ke Kecamatan Bungus Teluk Kabung atau Pelabuhan Muaro Padang atau bisa juga menuju ke Pelabuhan Bungus dengan menggunakan kendaraan darat. Dari tempat ini Anda harus menyewa perahu untuk menuju ke Pulau Pagang

Pagang atau Pulau Pagang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Lokasinya tak jauh dari Pulau Sikuai yang cukup familiar di kalangan para traveller. Pantai ini cukup cantik dengan dengan adanya panorama yang mempesona dari hijaunya perbukitan Sumatera. Ditambah lagi hamparan pasir putihnya yang bersih dipadu dengan birunya air laut yang cukup jernih membuat para wisatawan yang berkunjung ke sini tidak sabar untuk segera menceburkan diri ke dalam laut.

Saat berada di air kita akan disuguhi lagi pemandangan bawah laut yang mempesona, memanjakan mata yang melihatnya dengan ikan-ikan khas terumbu karang yang sangat cantik. Kegiatan snorkeling sangat cocok dilakukan disini, jangan khawatir, pengelola juga menyediakan peralatan yang dibutuhkan wisatawan.
Karena masih baru, tak banyak kegiatan pantai yang bisa dilakukan, selain snorkeling, wisatawan juga bisa menaiki banana boat yang tersedia, tentu saja dengan biaya tambahan, atau kalau mau melakukan kegiatan memancing juga bisa atau juga bisa melakuka scuba diving, menyelam sambil menikmati karang-karang, flora dan fauna dasar  laut. 



Istana Pagaruyung


Istana Pagaruyung adalah istana yang terletak di kacamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabutan Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat. Istano Basa Pagaruyung  adalah bangunan rumah adat  Minangkabau berbentuk rumah gadang  yang dibuat dengan mempedomani Istana yang pernah ada sebelumnya dan mempedomani bangunan rumah gadang lainnya.

Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak dia atas bukit Batu Patah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1996.

Istano Basa Pagaruyung merupakan objek wisata primadona di Kabupaten Tanah Datar khususnya, dan Sumatera Barat pada umumnya. Istano Basa Pagaruyung terdiri dari 3 ( tiga ) lantai, 72 tonggak serta 11 gonjong. Dilihat dari segi arsitekturnya bangunan Istano Basa Pagaruyung memperlihatkan ciri-ciri khas dibandingkan dengan bangunan Rumah Gadang yang terdapat di Minangkabau. Kekhasan yang dimiliki bangunan ini tersirat dari bentuk fisik bangunan yang dilengkapi ukiran falsafah dan budaya Minangkabau. Istano Basa Pagaruyung dilengkapi dengan Surau, Tabuah Larangan, Rangkiang Patah Sambilan, Tanjung Mamutuih dan Pincuran Tujuah.


Pancong Bro!


Kue Pancong adalah salah satu kue tradisional yang sering dijajakan oleh para pedagang kaki lima dari dahulu hingga sekarang. Rasa kue pancong benar-benar bikin ketagihan. Paling pas menikmatinya saat hangat-hangat baru matang, apa lagi sekarang banyak penikmat kue pancong ini lebih memilih menikmati kue pancong dengan setengah mateng.

Sekarang mimin mau ngasih tau nih tempat nongkrong cantik yang baru yang menyediakan kue pancong modern dengan varian yang dimodifikasi oleh ownernya langsung. Dan disini juga menyediakan berbagai macam minuman segar.

Pancong Bro yang berada di Kebon Jeruk Raya No.13 Kemanggisan, di samping Seven Eleven.

Menu andalan di Pancong Bro ini adalah Pancong Green Tea Matcha Tea Almond dengan extra topping Froot Loops with Ice Cream Matcha. Untuk harga di Pancong Bro ini termasuk murah yaitu berkisar dari harga Rp4.000-Rp20.000.